“Berbicara tentang ilmu adalah tanda kebaikan hati. Berbagi ilmu adalah amal yang terus memberi manfaat.”
Sejara Singkat SMPIT Nurul Ilmi
Yayasan Nurul Ilmi Koetai Kartanagara secara sah berdiri dan terdaftar di notaris yaitu pada hari selasa, 17 Juli 2001. Selaku dewan pendiri, Pembina, dan pengurus inti yayasan saat ini yaitu: H.M. Ali Hamdi ZA, S.Ag., DR. H. Saiful Aduar, M.Pd., DR. Sunarno, M.Pd., dan dr. Miftahul Afandi, SpJP.
Saat ini Yayasan Nurul Ilmi menaungi beberapa lembaga/badan usaha yang bergerak dibidang pendidikan diantaranya yaitu:
(a) Tempat penitipan Anak (TPA) Nurul Ilmi;
(b) PAUD Nurul Ilmi (terdiri atas: Play Group Nurul Ilmi, TKIT Nurul Ilmi 1 dan TKIT Nurul Ilmi 2);
(c) SD Islam Terpadu Nurul Ilmi;
(d) SMP Islam Terpadu Nurul Ilmi; dan
(e) SMA Islam Terpadu Nurul Ilmi
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Ilmi berada di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang berpusat di Jakarta. JSIT sendiri menaungi seluruh Sekolah Islam Terpadu yang berdiri dan menyebar di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia.
SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong adalah salah satu sekolah yang berada di kutai kartanegara yang didirikan pada tahun 2008 dan sampai saat ini di tahun pelajar 2023/2024 memiliki
380 peserta didik yang terdiri dari 186 laki-laki dan 194 perempuan. SMPIT Nurul Ilmi berada di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), yang memadukan kurikulum nasional dan kurikulum Sekolah Islam Terpadu dalam proses pembelajarannya.
Sebagian besar peserta didik berasal dari kota Tenggarong dan daerah terdekat seperti kecamatan Loa Kulu, Tenggarong Seberang dll, sebagian kecil berasal dari kecamatan terjauh di kutai kartanegara seperti Kembang Janggut dan Tabang. Bahkan ada peserta didik yang berasal dari luar Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu dari Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, Paser dll. Pendaftar terbanyak peserta didik pada setiap pelaksanaan PPDB berasal dari SDIT Nurul Ilmi Tenggarong, kemudian dari sekolah negeri dan sekolah swasta lain di kota Tenggarong. Seluruh peserta didik beragama islam. Peserta didik juga berasal dari suku yang beragam seperti Kutai, Jawa, Bugis, Sunda, Banjar dan suku lainnya.
Karakteristik peserta didik berdasarkan latar belakang pendidikan, pekerjaan dan pendapatan orang tua dapat dikategorikan keluarga mampu. Berdasarkan hasil rapot pendidikan tahun 2023, kemampuan literasi siswa berada di atas kompetensi minimum, kemampuan numerasi mencapai kompetensi minimum dan nilai karakter yang sudah membudaya.
